<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agus Setiawan &#187; Coaching</title>
	<atom:link href="http://aguscen.wordpress.com/category/coaching/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aguscen.wordpress.com</link>
	<description>Blog Hipnosis dan Hipnoterapi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 07:12:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aguscen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/3ec13b68d418cdb67e409871aabd1b8b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agus Setiawan &#187; Coaching</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aguscen.wordpress.com/osd.xml" title="Agus Setiawan" />
		<item>
		<title>Web saya &#8211; agus-setiawan.com</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com/2009/09/03/web-saya-agus-setiawan-com/</link>
		<comments>http://aguscen.wordpress.com/2009/09/03/web-saya-agus-setiawan-com/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 17:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aguscen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Hypnosis]]></category>
		<category><![CDATA[Hypnotherapy]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapis]]></category>
		<category><![CDATA[Agus Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[aguscen]]></category>
		<category><![CDATA[baca kilat]]></category>
		<category><![CDATA[hipnosis]]></category>
		<category><![CDATA[hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[luka batin]]></category>
		<category><![CDATA[mental block]]></category>
		<category><![CDATA[menurunkan berat badan]]></category>
		<category><![CDATA[money magnet]]></category>
		<category><![CDATA[phobia]]></category>
		<category><![CDATA[sinotif]]></category>
		<category><![CDATA[takut berbicara di depan umum]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aguscen.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Halo teman-teman, terima kasih atas kunjungannya selama ini.
Saat ini saya sedang mengembangkan weblog saya dengan alamat www.agus-setiawan.com
Silakan mengunjungi weblog saya, akan ada artikel menarik dan produk seputar hipnosis dan manfaatnya yang Anda butuhkan untuk membantu Anda mencapai impian dengan lebih mudah dan cepat.
Saya tunggu Anda semua di sana.
Posted in Coaching, hipnoterapis, Hypnosis, Hypnotherapy, Self Development [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=142&subd=aguscen&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Halo teman-teman, terima kasih atas kunjungannya selama ini.</p>
<p>Saat ini saya sedang mengembangkan weblog saya dengan alamat www.agus-setiawan.com</p>
<p>Silakan mengunjungi weblog saya, akan ada artikel menarik dan produk seputar hipnosis dan manfaatnya yang Anda butuhkan untuk membantu Anda mencapai impian dengan lebih mudah dan cepat.</p>
<p>Saya tunggu Anda semua di <a href="http://agus-setiawan.com">sana</a>.</p>
Posted in Coaching, hipnoterapis, Hypnosis, Hypnotherapy, Self Development Tagged: Agus Setiawan, aguscen, baca kilat, hipnosis, hipnoterapi, luka batin, mental block, menurunkan berat badan, money magnet, phobia, sinotif, takut berbicara di depan umum, trauma <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aguscen.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aguscen.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aguscen.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aguscen.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aguscen.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aguscen.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aguscen.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aguscen.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aguscen.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aguscen.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=142&subd=aguscen&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aguscen.wordpress.com/2009/09/03/web-saya-agus-setiawan-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bce26b10ebce71324dfe146e6ad50d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aguscen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fear or Love</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/08/fear-or-love/</link>
		<comments>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/08/fear-or-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 14:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aguscen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Self help]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aguscen.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Halo teman-teman&#8230;
Kita membuat banyak keputusan setiap hari.
Setiap hari setiap saat kita membuat sebuah keputusan, semua keputusan kita bisa kita buat berdasarkan value yang kita anut.
Satu pertanyaan yang perlu kita pertimbangkan dalam mengambil sebuah keputusan adalah, apakah keputusan ini saya ambil berdasarkan LOVE atau FEAR.
Jika kita mengambil keputusan dengan FEAR, maka kita akan mengambil keputusan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=51&subd=aguscen&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Halo teman-teman&#8230;</p>
<p>Kita membuat banyak keputusan setiap hari.</p>
<p>Setiap hari setiap saat kita membuat sebuah keputusan, semua keputusan kita bisa kita buat berdasarkan value yang kita anut.</p>
<p>Satu pertanyaan yang perlu kita pertimbangkan dalam mengambil sebuah keputusan adalah, apakah keputusan ini saya ambil berdasarkan LOVE atau FEAR.</p>
<p>Jika kita mengambil keputusan dengan FEAR, maka kita akan mengambil keputusan yang berdasarkan rasa egois, takut kehilangan, kekurangan, menyinggung seseorang atau tidak, ada perasaan bahwa seseorang akan dirugikan dengan keputusan kita dan masih banyak lagi.</p>
<p>Dengan berpatokan dengan perasaan takut, <span id="more-51"></span>baik itu adalah takut yang positif atau negatif, lah kok takut ada positif dan ada yang negatif? Takut yang positif misalnya kita mengambil keputusan dengan dasar berpikir bahwa apakah keputusan ini bisa membuat orang lain merasa dirugikan. Kalau takut yang negatif adalah, apakah keputusan ini akan merugikan saya?</p>
<p>Jika kita berpatokan pada LOVE, keputusan yang kita ambil akan memiliki sebuah vibrasi yang positif dan menyenangkan. Keputusan ini akan muncul dari sebuah perasaan yang berkelimpahan, positif, memberikan manfaat bagi banyak orang, membahagiakan banyak pihak.</p>
<p>Keputusan yang diambil bisa saja sama, maksudnya dengan berdasarkan FEAR atau LOVE keputusan yang diambil adalah sama-sama A, namun getaran yang akan dirasakan oleh setiap orang yang terlibat dalam keputusan itu akan merasakannya.</p>
<p>Jika kita mengambil keputusan dengan LOVE, maka siapapun akan merasakan begitu nyaman, begitu senang untuk menjalankan keputusan itu. Demikian juga sebaliknya.</p>
<p>Buatlah sebuah keputusan yang berdasarkan LOVE, maka kehidupan di dunia ini akan menjadi semakin baik.</p>
<p>sukses selalu</p>
<p>Agus Setiawan</p>
<p>Subconscious Coach</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aguscen.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aguscen.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aguscen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aguscen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aguscen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aguscen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aguscen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aguscen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aguscen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aguscen.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aguscen.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aguscen.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=51&subd=aguscen&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/08/fear-or-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bce26b10ebce71324dfe146e6ad50d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aguscen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Quitters Can Win</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/03/quitters-can-win/</link>
		<comments>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/03/quitters-can-win/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 10:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aguscen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan diri; coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aguscen.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Pembaca, saya yakin anda pasti pernah mendengar ungkapan, “Winners never quit and quitters never win”, yang jika diterjemahkan menjadi, “Pemenang tidak pernah berhenti (mencoba) dan pecundang tidak akan pernah menang (karena berhenti mencoba)”.
Tahukah anda siapa tokoh terkenal yang mendeklarasikan pernyataan di atas? Benar sekali. Beliau adalah Vince Lombardi, pelatih sepakbola Amerika yang mashyur.
Mungkin anda juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=49&subd=aguscen&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pembaca, saya yakin anda pasti pernah mendengar ungkapan, “Winners never quit and quitters never win”, yang jika diterjemahkan menjadi, “Pemenang tidak pernah berhenti (mencoba) dan pecundang tidak akan pernah menang (karena berhenti mencoba)”.</p>
<p>Tahukah anda siapa tokoh terkenal yang mendeklarasikan pernyataan di atas? Benar sekali. Beliau adalah Vince Lombardi, pelatih sepakbola Amerika yang mashyur.</p>
<p>Mungkin anda juga pernah mendengar perdana menteri Inggris, saat perang dunia kedua, Sir Winston Churchill berkata, “Never, never, never quit”.</p>
<p>Nah, pertanyaan saya sekarang adalah, “Apakah anda yakin dan percaya serta menerima sepenuhnya apa yang dikatakan oleh kedua tokoh ini?”<span id="more-49"></span></p>
<p>Saya dulu sangat percaya. Bahkan saya menambahkannya dengan pernyataan, “Sukses diukur bukan dari tingginya pencapaian. Sukses diukur lebih berdasarkan seberapa besar hambatan yang berhasil kita atasi dalam proses mencapai sukses” dan “Tidak penting berapa kali anda jatuh, yang penting adalah berapa kali anda bangkit kembali setelah anda jatuh”.</p>
<p>Lengkaplah sudah keyakinan saya ini. Berbekal keyakinan ini saya membuat keputusan untuk terus maju tak gentar membela yang benar… eh salah.. tak gentar menghadapi berbagai hambatan dan kesulitan dalam proses menuju sukses yang saya idamkan.</p>
<p>Setiap kali saya ingin berhenti, selalu tidak bisa. Mengapa? Ya itu tadi. Katanya, “Winners never quit and quitters never win”. Jika saya berhenti maka saya menjadi seorang pecundang. Wah… siapa yang mau jadi pecundang? Karena tidak mau dikatakan sebagai pecundang inilah yang membuat saya terus maju tak gentar, selama tujuh tahun, mengejar impian tanpa melakukan analisis kritis terhadap situasi dan kondisi kehidupan pribadi saya. Saya menggunakan jurus “pokoke”. Pokoke maju terus.</p>
<p>Semua ini diperparah lagi dengan kepercayaan “Tidak ada orang gagal. Semua orang pada dasarnya orang sukses. Mereka gagal karena mereka berhenti terlalu cepat”. Ck.. ck.. ck… betapa berbahayanya kepercayaan ini.</p>
<p>Nah, pembaca, setelah mendengar sekilas kisah saya, dan melihat judul artikel ini saya yakin anda pasti tahu ke mana arah pembahasan yang akan saya lakukan. Sebelum saya teruskan saya ingin bertanya kepada anda. Anda jawab jujur ya. Apakah anda juga pernah atau sedang  mengalami hal yang sama seperti yang saya alami? Bersyukurlah bila anda belum. Bersyukurlah juga bila ternyata anda telah mengalaminya seperti saya. He..he..anda tidak sendirian.</p>
<p>Pertanyaan kritis yang seharusnya kita ajukan adalah, “Benarkah winners never quit and quitters never win?” Bagaimana kalau pernyataan Vince Lombardi di atas kita plesetkan sedikit menjadi “Quitters can win if they know the right reasons, the right way,and the right time to quit ”.</p>
<p>Saya mendapat banyak email dan sms dari pembaca buku saya. Saya melihat satu pola yang sama yaitu umumnya mereka berkeluh kesah mengenai hidup mereka. Ada juga yang mengeluh mengenai bisnis yang sedang mereka jalankan. Bisnis ini telah dijalani selama beberapa tahun tapi belum membuahkan hasil seperti yang mereka inginkan. Mereka sangat ingin berhenti tapi nggak bisa. Alasannya nanggung nih… sudah dijalankan beberapa tahun. Kan sayang kalau berhenti di tengah jalan. Waktu saya kejar lebih jauh ternyata mereka meyakini apa yang telah saya uraikan di atas. Intinya, jika berhenti mereka akan menjadi pecundang. Benarkah seperti itu?</p>
<p>Keengganan berhenti atau quit  juga terjadi di aspek kehidupan lain. Ada seorang rekan yang telah menjalin hubungan dengan seseorang pria selama hampir sepuluh tahun, dan dia tahu hubungan ini tidak akan ke mana-mana, dan dia tahu pacarnya ini bukan tipe pria yang bertanggung jawab, namun ia tidak berani quit atau memutuskan untuk putus. Waktu saya tanya apa alasannya kok nggak berani putus dan cari pasangan lain yang lebih cocok, jawaban yang saya terima sungguh mengejutkan saya, “Lha, saya kan sudah pacaran hampir sepuluh tahun. Kalau harus memulai dari awal lagi rasanya berat bagi saya. Selain itu usia saya sekarang juga sudah hampir 30 tahun. Sulit mencari pasangan dengan usia saya sekarang ini. Rugi dong kalo saya berhenti sekarang”.</p>
<p>Wah… ini jawaban yang kurang pas. Menikah kan untuk seterusnya. Lha, kalau ternyata waktu pacaran saja sudah begini modelnya trus.. mau jadi apa nanti waktu sudah menikah? Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saja karena bingung. Kalau dilihat sepintas rekan saya ini tampaknya nggak mau rugi. Mungkin masa pacaran yang sudah sepuluh tahun ini dianggap sebagai masa investasi. Dengan demikian ia telah menghitung ROI (return on investment) dan berapa potential loss yang mungkin terjadi jika ia quit.</p>
<p>Pembaca, apakah kita boleh quit?</p>
<p>Tentu boleh. Siapa yang berhak melarang? Kan ini hidupnya kita sendiri. Kita mau quit atau terus itu urusan kita. Orang lain nggak boleh ikut campur. Satu hal yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh yaitu saat kita quit, kita harus quit dengan alasan yang tepat. Tidak asal quit.</p>
<p>Untuk yang ini saya serahkan sepenuhnya pada anda. Kita harus jujur pada diri sendiri. Apakah kita quit karena kita memang malas, tidak termotivasi, tidak tahan menderita, kurang ulet, ataukah kita quit karena kita, setelah bekerja sangat keras dan berusaha dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, melakukan whatever it takes, massive action dengan burning desire, sampai pada satu kesimpulan bahwa apa yang kita lakukan ternyata tidak sejalan dengan value atau nilai-nilai hidup kita.</p>
<p>Quit di sini jangan diartikan hanya untuk orang yang belum berhasil mencapai sesuatu. Quit yang saya uraikan di sini juga berlaku bagi mereka yang sebenarnya telah berhasil mencapai kesuksesan pada level tertentu namun merasa hambar dengan hidup mereka.</p>
<p>Saya pernah membaca kisah seorang financial consultant, di Jakarta, yang sangat sukses dengan karirnya, pada usia 40 tahun, memutuskan untuk quit dan banting setir menjadi seorang pelukis. Benar, anda tidak salah baca, menjadi seorang pelukis.</p>
<p>Tentu tidak mudah melakukan hal ini. Banyak kawannya yang berkata bahwa ia gila karena meninggalkan karir yang begitu cemerlang, karir yang telah memberikan hasil yang begitu besar, khususnya di aspek finansial. Namun apa jawaban si financial consultant ini? “Saya merasa jauh lebih tenang, damai, dan bahagia dengan menjadi seorang pelukis. Ini adalah impian yang saya kubur sekian lama. Sekarang saya telah menjadi orang yang bebas mengekspresikan diri saya sendiri” jawabnya lugas.</p>
<p>Nah, pembaca, pada contoh di atas, yang terjadi adalah seringkali seseorang mendaki tangga kesuksesan, dan setelah mencapai puncak tangga, ia baru sadar ternyata tangganya bersandar di tembok yang salah. Nah, kalau begitu apa yang harus dilakukan? Ya banting setir seperti si financial consultant ini.</p>
<p>Mengapa sampai bisa terjadi tangga bersandar di tembok yang salah dan kita tidak tahu atau menyadarinya? Jawabannya sangat sederhana.</p>
<p>Apa itu?</p>
<p>Kebanyakan kita tidak merancang hidup dengan hati-hati dan saksama. Manusia pada umumnya menjalani hidup asal-asalan. Mereka tidak punya peta kehidupan yang akan mereka jalani. Bagaimana caranya agar bisa punya peta kehidupan? Ya, kita rancang sendiri, dong.</p>
<p>Bagaimana cara merancang peta kehidupan?</p>
<p>Di berbagai buku pengembangan diri, seminar motivasi, seminar sukses, dan berbagai program video yang saya pernah pelajari, umumnya kita diminta untuk membuat daftar impian tertulis. Impian ini harus lengkap meliputi berbagai aspek kehidupan. Ada aspek spiritual, finansial, bisnis-karir, materi, sosial, keluarga, kesehatan fisik dan mental. Sayapun dulunya melakuan hal yang sama dengan yang dianjurkan.</p>
<p>Namun seiring dengan berkembangnya kesadaran diri melalui proses pembelajaran dan perjalanan hidup, saya akhirnya menyadari satu hal yang selama ini luput dari perhatian saya. Ternyata untuk menyusun impian tidak asal susun. Pemahaman yang saya dapatkan, dan ini yang sekarang saya bagikan kepada para peserta seminar, workshop, dan kepada khalayak ramai melakui buku-buku yang saya tulis, yaitu menyusun impian yang benar hanya bisa dilakukan dengan satu syarat. Dan syarat inilah yang selama ini tidak diperhatikan kebanyakan orang.</p>
<p>Apa itu?</p>
<p>Langkah awal menyusun impian adalah dengan mencari tahu, menetapkan, dan menyusun nilai-nilai hidup (value).</p>
<p>Lho, mengapa value?</p>
<p>Kok bukan berdasar pendidikan yang kita jalani?  Value adalah apa yang kita yakini sebagai hal yang penting bagi hidup kita. Value berperan sebagai kompas yang mengarahkan perahu kehidupan kita. Jika dihubungkan dengan cerita mengenai “tembok yang salah” maka yang dimaksudkan dengan “tembok” sebenarnya value. Dengan value sebagai fondasi maka impian yang disusun tidak akan menyimpang dari tujuan hidup kita. Dengan demikian saat kita mencapai puncak kesuksesan kita justru akan semakin semangat dan bahagia. Untuk mengukur pencapaian seseorang sebenarnya bisa dilihat dari seberapa bahagia kita saat kita mencapai impian.</p>
<p>Mengapa bukan berdasar pendidikan formal kita?</p>
<p>Karena ada begitu banyak orang yang salah jurusan, saat kuliah di perguruan tinggi. Saya pernah memberikan konseling pada seorang wanita, dokter umum usia 29 tahun, yang sedang mengambil spesialisasi menjadi dokter tulang (orthopedist). Wanita ini mengaku bahwa ia sebenarnya tidak suka dengan jurusan yang saat ini ia tempuh. Ia merasa letih sekali. Padahal ini baru di tahun pertamanya.</p>
<p>Waktu saya tanya, mengapa kok diteruskan, kok nggak berhenti saja?</p>
<p>Jawabannya, sama seperti jawaban yang biasa saya terima, “Sudah kepalang basah, Pak. Kalo berhenti sekarang, trus… ngapain saya kuliah di kedokteran umum?”</p>
<p>“Lho, dulu kok bisa milih masuk kedokteran?” tanya saya lagi.</p>
<p>“Ya, soalnya katanya Om saya, kalo jadi dokter, hidupnya enak” jawabnya.</p>
<p>“Trus… kenapa kok pilih tulang, kok bukan spesialis yang lain?” kejar saya.</p>
<p>“Sebenarnya saya lebih suka jadi spesialis anak. Tapi jurusan ini sangat sulit dimasuki. Saya sudah coba tapi nggak bisa. Saya hanya dapat kesempatan spesialisasi tulang. Daripada nggak bisa kuliah lagi, ya saya masuki saja”, jawabnya enteng.</p>
<p>Kisah ini sangat berbeda dengan kisah kawan saya, Lan Fang, di Surabaya. Lan Fang dulunya adalah seorang agen asuransi yang sangat berhasil. Namun hatinya selalu gelisah. Ia merasa asuransi bukan dunia yang sesuai dengan panggilan hatinya. Lan Fang senang menulis. Sambil menjadi agen asuransi ia telah menulis beberapa novel yang ternyata sangat berhasil.</p>
<p>Cukup lama Lan Fang bimbang. Ia dipersimpangan jalan. Namun setelah menimbang-nimbang, setelah melakukan perenungan mendalam, Lan Fang akhirnya memutuskan untuk mengikuti suara hatinya, menjadi seorang penulis buku, full time.</p>
<p>Banyak yang menyayangkan Lan Fang berhenti sebagai agen asuransi mengingat potensinya yang sangat luar biasa. Namun Lan Fang memutuskan quit dengan alasan yang tepat, di saat yang tepat, dan dengan exit strategy yang tersusun dengan baik dan matang.</p>
<p>Sampai saat ini Lan Fang telah menulis delapan novel. Diantaranya Reinkarnasi, Laki-laki Yang Salah, Perempuan Kembang Jepun, dan Kota Tanpa Kelamin.</p>
<p>So… siapa bilang quitters never win? Seringkali the real winner adalah mereka yang berani quit. Dan the real loser justru mereka yang bersikeras berkata, “Never, never, never quit”. Anda perlu hati-hati agar tidak menjadi winner di antara para loser karena anda adalah yang paling tidak mau quit.</p>
<p>Sumber: www.adiwgunawan.com</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aguscen.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aguscen.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aguscen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aguscen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aguscen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aguscen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aguscen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aguscen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aguscen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aguscen.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aguscen.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aguscen.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=49&subd=aguscen&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aguscen.wordpress.com/2008/06/03/quitters-can-win/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bce26b10ebce71324dfe146e6ad50d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aguscen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisa SWOT Anda</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/25/analisa-swot-anda/</link>
		<comments>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/25/analisa-swot-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 17:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aguscen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coaching]]></category>
		<category><![CDATA[Self Development]]></category>
		<category><![CDATA[SWOT; Pengembangan diri; coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aguscen.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[halo teman-teman&#8230;
hari selasa yang lalu adalah hari yang spesial buat saya&#8230;
hari itu saya sendirian dalam ruangan coaching berbicara dan membahas berbagai hal.
salah satu hal yang menarik adalah tentang analisa SWOT yang dilakukan pada diri kita sendiri.
SWOT seperti yang kita ketahui adalah singkatan dari Strenght &#8211; Weakness &#8211; Opportunity &#8211; Threath.
kalo kepanjangan dari SWOT adalah SSSSWWWOOOOTTT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=23&subd=aguscen&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>halo teman-teman&#8230;<br />
hari selasa yang lalu adalah hari yang spesial buat saya&#8230;<br />
hari itu saya sendirian dalam ruangan coaching berbicara dan membahas berbagai hal.<br />
salah satu hal yang menarik adalah tentang analisa SWOT yang dilakukan pada diri kita sendiri.<br />
SWOT seperti yang kita ketahui adalah singkatan dari Strenght &#8211; Weakness &#8211; Opportunity &#8211; Threath.<br />
kalo kepanjangan dari SWOT adalah SSSSWWWOOOOTTT begitu d hehehehe<span id="more-23"></span><br />
kembali ke laptop&#8230;<br />
Ketika saya bertanya kepada coach saya, mengapa saya tidak termotivasi melakukan A (misalnya), langsung saya ditanya, apa kekuatan kamu? apa kesempatan yang bisa kamu ciptakan?<br />
apa kelemahan kamu? apa ancaman yang bisa muncul karena kelemahan ini?<br />
Selama ini, analisa swot selalu dilakukan untuk corporate, untuk menganalisa keadaan perusahaan mereka. Sayangnya, ini sangat jarang , kalu pernah, dilakukan kepada setiap individu. Bayangkan jika Anda melakukan analisa ini kepada diri Anda sendiri&#8230; Kejelasan seperti apa yang akan Anda dapatkan? Perubahan apa yang bisa Anda lakukan? Kesempatan apa yang bisa Anda ciptakan lebih banyak? Apa yang bisa membuat Anda lebih maju lagi? Bagaimana arah hidup Anda setelah Anda mendapat kejelasan ini?<br />
Hmmm, ternyata pertanyaannya banyak sekali ya&#8230; sebelum memikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas, satu pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri adalah, apakah saya melakukan analisa SWOT pada diri saya sendiri? Kalau misalnya Anda belum pernah tahu caranya sebelumnya, akankah Anda melakukannya sekarang setelah mengetahui caranya?<br />
Banyak sekali orang yang masuk dalam kategori NATO, No AngPao Thanks Only, eh, maksud saya No Action Talk Only&#8230;ada seorang teman saya yang mengatakan bahwa orang-orang ini selalu mencari resep untuk membuat roti, tetapi tidak pernah mulai membuat roti hehehe&#8230; Mulailah sekarang untuk menjadi lebih baik. Ijinkan diri Anda untuk menjadi lebih baik. Lakukan apa yang sudah Anda ketahui. Hidup Anda akan mudah berubah menjadi lebih baik.<br />
Akan sangat menyenangkan jika kita bisa saling membahas hasil yang masing-masing kita dapatkan, tentu secara tidak langsung kita bisa menjadi lebih jelas dengan keadaan kita dan ke mana kita akan menuju.<br />
Silahkan jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan jujur, anyway&#8230; ini semua khan untuk Anda sendiri khan ya&#8230;<br />
Apa kekuatan yang saya miliki?<br />
Misalnya saya menjawab, Kreatif, Cepat dalam belajar, Deal Maker, suka tampil<br />
Lanjutkan dengan pertanyaan: Apa kesempatan yang bisa Anda ciptakan karena memiliki kekuatan ini?<br />
Misalnya saya menjawab, uang lebih banyak, sukses lebih banyak, menjadi bintang, idola, menjadi pintar lebih mudah<br />
Lalu lanjutkan dengan pertanyaan: Apa kelemahan saya?<br />
Misal, saya benci kerjaan admin, saya suka detail tapi benci melakukan detail<br />
lalu apa ancaman yang bisa muncul karena kelemahan ini?<br />
Misal, melewatkan banyak detil, melewatkan banyak hal kecil yang sebenarnya penting dan bisa menyebabkan gagalnya sebuah proyek.<br />
Pertanyaan berikutnya adalah Apa yang bisa saya lakukan supaya kelemahan saya dapat diatasi?<br />
Misalnya jawaban saya adalah Cari Sekretaris atau PA aja.<br />
So, teman-teman mari kita jawab ini semua dan silahkan diskusikan jika Anda berkenan<br />
Sukses selalu buat Anda semua,<br />
 <br />
Agus Setiawan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aguscen.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aguscen.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aguscen.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aguscen.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aguscen.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aguscen.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aguscen.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aguscen.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aguscen.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aguscen.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aguscen.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aguscen.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=23&subd=aguscen&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/25/analisa-swot-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bce26b10ebce71324dfe146e6ad50d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aguscen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Mendeskripsikan Anda Saat Peak Performance?</title>
		<link>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/10/apa-yang-mendeskripsikan-anda-saat-peak-performance/</link>
		<comments>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/10/apa-yang-mendeskripsikan-anda-saat-peak-performance/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 11:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aguscen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coaching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aguscen.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari dalam sesi business coaching yang saya ikuti bersama tim, saya ditanya oleh coach sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Sebuah pertanyaan yang membuat saya berpikir keras mencari jawabannya.
Pertanyaannya begitu sederhana, namun jawabnya susah.
Dia bertanya, dalam kondisi peak performance, apa 8 kata sifat yang mewakili kamu, sehingga kamu merasa peak performance?
hmmm, saya sempat shock ditanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=17&subd=aguscen&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://aguscen.files.wordpress.com/2008/04/2250195161.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-18" src="http://aguscen.files.wordpress.com/2008/04/2250195161.jpg?w=113&#038;h=130" alt="" width="113" height="130" /></a>Suatu hari dalam sesi business coaching yang saya ikuti bersama tim, saya ditanya oleh coach sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Sebuah pertanyaan yang membuat saya berpikir keras mencari jawabannya.</p>
<p>Pertanyaannya begitu sederhana, namun jawabnya susah.</p>
<p>Dia bertanya, dalam kondisi peak performance, apa 8 kata sifat yang mewakili kamu, sehingga kamu merasa peak performance?<span id="more-17"></span></p>
<p>hmmm, saya sempat shock ditanya seperti itu. Awalnya pertanyaan ini timbul karena pertanyaan sebelumnya. Coach bertanya kepada saya, apakah saya senang dengan hasil yang saya capai bulan lalu, kebetulan tim penjualan saya mencapai 38 siswa baru yang mendaftar di Sinotif dalam satu hari. Ini adalah angka yang menyenangkan. Namun karena target keseluruhan belum mencapai saya agak merasa down. Lalu saya menjawab, ya lumayan lah.</p>
<p>Lalu dia bertanya lagi, Bagaimana kamu memandang diri kamu sendiri? Karena hasil yang kurang baik, saya menjawab, seharusnya saya merasa baik, <strong>tapi</strong> ini membuat saya merasa saya belum cukup baik.</p>
<p>Lalu muncullah pertanyaan pamungkas, 8 Kata sifat apa yang mewakili kamu saat kamu peak performance?</p>
<p>Cukup kaget, dan cukup lama memikirkannya, saya menjawab &#8216;Kreatif.&#8217; &#8216;Ok,&#8217; dia bilang, lalu menuliskan kata kreatif di flipchart. &#8216;Whatelse?&#8217;, katanya&#8230; Fast, jawab saya, lalu dia menuliskannya lagi. Cukup lama waktu yang saya butuhkan untuk menjawab pertanyaan ini, sampai sempat saya mengatakan, &#8216;apa harus 8 coach?&#8217;</p>
<p>&#8216;Harus.&#8217; katanya. Dengan cukup sulit akhirnya saya menyelesaikan jawabannya ini, berikut adalah jawaban saya atas pertanyaan itu:</p>
<p>1. Creative</p>
<p>2. Fast</p>
<p>3. Excellence</p>
<p>4. Resourceful</p>
<p>5. Firm</p>
<p>6. Desicive</p>
<p>7. Enthusiastic</p>
<p>8. Confident</p>
<p>Wow, ternyata saat saya peak, inilah keadaan saya. Saya merasa bersemangat sekali dengan jawaban saya sendiri, eh, kemudian dia bertanya lagi, &#8216;What does it seem to be not align?&#8217;</p>
<p>Lho, masa ada yang tidak sejalan dengan apa yang membuat saya peak? Dibuat pusing lagi saya dengan pertanyaan ini, malah bantah lagi sama coach, &#8216;mana ada yang tidak align coach?&#8217;</p>
<p>Setelah saya membantah ini, dia bertanya lagi ke saya dengan pertanyaan yang sama, &#8216;apa yang tidak align dari 8 sifat ini?&#8217;</p>
<p>setelah beberapa lama, oh, saya merasa fast dan decisive kurang align coach.</p>
<p>&#8216;Good!!!&#8217; katanya. &#8216;Bagaimana itu tidak Align?&#8217;, dia melanjutkan.</p>
<p>Saya pikir, enak sekali jadi coach, bertanya melulu, yang jawab yang pusing.</p>
<p>Sambil geleng-geleng kepala, saya mengatakan, &#8216;coach, ada karma apa antara coach dan saya?&#8217; hahahaha</p>
<p>Kemudian, karena di-push terus-menerus, saya tahu jawabannya. Saya merasa bahwa jika saya harus cepat, maka saya akan ada kesulitan untuk Decisive. Nah, ini seperti sebuah kilatan dalam benak saya. Oh ternyata seperti itu. Lalu saya ditanya lagi, &#8216;Apa yang harus diubah supaya semuanya align?&#8217;</p>
<p>Yah, ditanya lagi d. Setelah memikirkannya sebentar, saya menjawab bahwa, pengertian atas kata sifat &#8216;fast&#8217;-lah yang harus saya ubah. Definisi kata ini saya ubah menjadi lebih fleksible. Dan saya merasa lebih nyaman dengan 8 kata sifat ini.</p>
<p>Lega rasanya karena merasa seakan-akan sudah selesai menggali saya, langsung saya dihantam dengan pertanyaan berikutnya, &#8216;Apa yang tidak ada saat ini, dari 8 kata sifat ini, untuk menjalankan tugas kamu yang sekarang kamu tunda?&#8217;</p>
<p>DUUUEEERRR&#8230;.!!!! Kaget juga saya, spontan saya langsung menjawab,, Antusiasme! Oh!! Saya mengerti sekarang, inilah yang menyebabkan saya menunda-nunda tugas yang sebenarnya sangat penting ini. Saat mau melakukannya selalu saja ada alasan, nggak ada ide lah, lagi sibuk lah, macam-macam. Sekarang, dengan mengetahui ini, saya sedang memperbaiki, supaya saya bisa menyelesaikan ini semua.</p>
<p>Thank you for the inspiration coach.</p>
<p>Teman-teman pembaca, Anda juga bisa melakukan ini pada diri Anda sendiri. Bertanyalah kepada diri Anda sendiri pertanyaan-pertanyaan di atas. Semoga Anda selalu Sukses!</p>
<p> </p>
<p>salam,</p>
<p> </p>
<p>Agus Setiawan</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aguscen.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aguscen.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aguscen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aguscen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aguscen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aguscen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aguscen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aguscen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aguscen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aguscen.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aguscen.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aguscen.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aguscen.wordpress.com&blog=3329731&post=17&subd=aguscen&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aguscen.wordpress.com/2008/04/10/apa-yang-mendeskripsikan-anda-saat-peak-performance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bce26b10ebce71324dfe146e6ad50d34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aguscen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aguscen.files.wordpress.com/2008/04/2250195161.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>