Hipnosis Menyebabkan Gangguan Keseimbangan Bawah Sadar? Oktober 11, 2009
Posted by aguscen in Hypnosis, Hypnotherapy, hipnoterapis.Tags: Agus Setiawan, hipnosis, hipnoterapi, hipnoterapis, hipnotis, phobia, pikiran bawah sadar, trauma
add a comment
Beberapa orang klien menanyakan kepada saya bahwa ada yang mengatakan kepada mereka bahwa hipnosis bisa menyebabkan gangguan keseimbangan di pikiran bawah sadar. Apakah ini benar? Mari kita lihat hebatnya pikiran bawah sadar kita.
Pertama kita lihat dulu bagaimana kondisi hipnosis sebenarnya. Banyak sekali pengertian yang diberikan di dunia tentang hipnosis, definisi hipnosis yang paling banyak diterima adalah berasal dari US Department of Education, Human Services Division yang mana terjemahannya adalah “Ditembusnya faktor kritis dari pikiran dan diterimanya sugesti tertentu”.
Dalam definisi itu tidak ada yang namanya relaksasi fisik. Dan penembusan faktor kritis ini bisa menggunakan banyak cara, lebih tepatnya ada lima cara untuk menembus faktor kritis ini dan membuat suatu hal atau informasi diterima oleh orang:
1. Figur otoritas, jika sebuah informasi disampaikan oleh seorang yang dianggap orang yang penting, punya pengetahuan (menurut Anda), dan Anda menganggap ini adalah orang yang hebat, dengan latar belakangnya yang luar biasa, maka orang ini akan dengan sangat mudah menghipnosis Anda. Anda akan menerima apa yang dikatakan oleh orang ini tanpa menganalisa. Anda akan lebih cenderung menerima informasi yang disampaikan oleh orang ini, Hipnosis bisa juga disebut sebagai proses mempelajari atau menghilangkan pelajaran (belief) yang selama ini kita miliki.
2. Repetisi, atau pengulangan, ini adalah sebuah cara yang sangat umum dipakai kebanyakan orang, dengan menanamkan sebuah informasi terus menerus ke dalam diri kita, membuat faktor kritis kita tidak tahan dan akhirnya jebol dan diterima oleh pikiran bawah sadar kita. Misalnya ada iklan yang diputar berulang-ulang sekali jalan, ini juga adalah bentuk dari komunikasi yang menghipnosis. Atau dalam dunia pengembangan diri ini disebut sebagai afirmasi.
3. Identifikasi kelompok, Jika Anda tertarik, memiliki banyak kesamaan atau Anda mengidolakan
seseorang, maka Anda akan cenderung untuk menggunakan cara berpikir orang yang Anda idolakan tersebut, dari sisi positif, menjadikan orang yang sukses, atau sekelompok orang sukses sebagai (lagi…)
Tiga Dimensi Perilaku Manusia April 24, 2009
Posted by aguscen in Self Development.Tags: Agus Setiawan, Hambatan sukses, mental blok, Pengembangan Diri, pikiran bawah sadar, Sukses Penjualan
add a comment
Tiga Dimensi dari Perilaku Manusia
Ada bagian mendasar dalam diri kita yang selama kehidupan ini mengembangkan keyakinan yang tidak kita sadari tentang:
- Siapa Anda
- Apa yang mampu Anda capai
- Level penghargaan hidup yang layak kita terima
Pemrograman internal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Diantaranya orangtua, pengasuh, cinta yang Anda alami atau tidak nikmati.
Anda dibentuk dari 3 bagian
1. Intelektual, (SADAR), adalah bagian logika, bagian analisa yang mempelajari informasi, membuat keputusan, pilihan, sikap atau tindakan. Bagian ini memutuskan untuk belajar, namun kurang kekuatan untuk menjalankan keputusan ini.
2. Emosi, (apa yang dirasakan), ini adalah bagian yang merasakan perasaan dan emosi. Tanpa alasan, Anda mungkin merasa tidak nyaman hari ini, padahal kemaren Anda merasakan sangat senang. Dari mana semua perasaan ini muncul? Apa yang memicu mereka? Mengapa Anda tidak bisa secara sadar mengendalikan atau merubahnya?
3. Pikiran bawah sadar, ini adalah bagian yang mengisi semua program dan menentukan bagaimana keputusan yang dibuat pikiran sadar.
Interaksi antara Sadar, Emosi, dan Pikiran Bawah Sadar
Selama membuka mata, bagian sadar selalu berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Setiap interaksi ini akan memunculkan perasaan yang Anda alami. Emosi Anda begitu kuat, sehingga mereka menghilangkan semua logika yang ada dipikiran sadar.
Pikiran sadar Anda bisa menyadari bahwa Anda harus belajar, atau Anda membuat goal, tetapi jika pikiran bawah sadar Anda berteriak, “Anda tiba mampu melakukan itu”. Maka keraguan dan kecemasan akan muncul dalam perasaan Anda. Konflik ini akan membuat seseorang tidak bisa melakukan apa yang sebenarnya bisa dilakukan atau bisa dicapai.
Kesimpulannya, ketika pilihan, keputusan atau komitmen yang Anda buat dipikiran sadar konsisten dengan keyakinan, nilai, gambaran diri dalam pikiran bawah sadar Anda, sebuah kongruensi akan terjadi dan mempercepat semuanya terjadi.