jump to navigation

Hipnosis Berbeda dengan Gendam Mei 1, 2008

Posted by aguscen in Hypnotherapy.
trackback

PENGALAMAN trance atau keadaan tak sadarkan diri telah digambarkan sejak Yunani Kuno. Seringkali dihubungkan dengan pengobatan penyakit-penyakit fisik atau mental yang memasuki status hipnotik sebagai bagian dari cara penyembuhan, kata dr Arya Hasanudin kepada Suara Merdeka, belum lama ini.

Cara penyembuhan dengan hipnosis tersebut yang oleh awam dikenal sebagai hipnotis, oleh psikiater Franz Anton Mermer dipakai untuk pengobatan alternatif penyakit yang berhubungan dengan stres atau psikosomatik, tambah Arya yang anggota International Society of Hipnosis bermarkas di Australia itu.

Hipnosis sebagai konseptualisasi Barat pertama tentang psikoterapi, merupakan suatu interaksi percakapan terapentik antara dokter dan penderita. Adanya sejak dua abad lalu dan praktisi-praktisi serius seperti Braid (1843), dan Esdaile (1846-1857) menggunakannya untuk mengobati gejala-gejala nyeri dan kecemasan. Sedangkan Bruer pada tahun 1893, dan Freud (1895-1955) mempergunakan regresi usia hipnotik untuk mengobati gejala-gejala histerikal. Selama Perang Dunia II para psikiatris Angkatan Bersenjata menggunakan teknik yang bermanfaat tersebut dalam mengobati apa yang kemudian disebut Gangguan Stres Pascatrauma Perang.

Menurutnya, pada pertengahan tahun 1950, Asosiasi Medis Amerika dan Asosiasi Psikiatrik Amerika secara resmi menyatakan hipnosis sebagai alat terapeutik yang sah. Kemudian muncul dua perhimpunan hipnosis profesional, yakni Perhimpunan Hipnosis Eksperemintal dan Klinik, yang menekankan penelitian dalam bidang tersebut dan Perhimpunan Hipnosis Klinik Amerika.

Perubahan Kesadaran

Trance akibat hipnosis merupakan perubahan keadaan kesadaran atau hilangnya rasa identitas pribadi yang biasanya terjadi secara sementara dan jelas tanpa penggantian oleh identitas pengganti. Namun disertai dengan penyampaian kesadaran tentang sekeliling, atau penyempitan dan pemusatan perhatian selektif yang tidak biasanya, terhadap stimuli lingkungan. Serta perilaku atau gerakan yang dirasakannya di luar kendali orang yang bersangkutan.

Ada pengertian yang salah dalam masyarakat mengenai hipnosis. Pertama, meski hypno dari kata Yunani itu berarti tidur, namun pengertian hipnosis bukan tidur. Dr Arya menegaskan individu yang terhipnotis itu tidak tertidur, namun cukup terjaga dan waspada. Meski nampaknya seperti orang yang sedang tidur, tetapi individu yang terhipnotis tersebut memiliki kesadaran perifer yang tertunda.

Kondisi tersebut kebalikan dari apa yang terjadi dalam tidur, yang perhatian fokalnya kuat dan terkontrol secara seksama. Hasil Electro Encephalo Graphy (EEG) dari individu-individu yang terhipnotis lebih memperlihatkan suatu pola yang konsisten dengan kewaspadaan istirahat daripada tidur.

Kedua, kemampuan terhipnotis itu merupakan suatu ciri yang stabil dan dapat diukur, karena tidak setiap orang dapat dihipnotis dan sama konsistennya. Kemampuan terhipnotis paling tinggi pada masa kanak-kanak akhir dan menurun secara bertahap sepanjang masa dewasa.

Ketiga, tidak ada perbedaan gender yang jelas dalam kemampuan terhipnotis. Baik laki-laki atau wanita sama-sama dapat terhipnotis. Dengan mengenali fakta ini maka sangat bermanfaat dalam menghilangkan misteri hipnosis dan menurunkan kecemasan penderita dan dokter yang menginduksi hipnosis.

Kempat, kemampuan terhipnotis bukan merupakan suatu kerentaan atau suatu tanda dari kelemahan pikiran. Malah lebih dari itu, yakni merupakan suatu kapasitas utuh untuk kosentrasi yang terfokus.

Kelima, hipnosis merupakan suatu prosedur yang tidak berbahaya, ditoleransi baik oleh penderita. Fleksibilitas kognitif yang sama memungkinkan penderita memasuki trance, memudahkan mereka keluar darinya dengan dukungan dan struktur yang jelas dari terapis.

Penipuan

Gendam atau hipnosis Timur bukanlah hipnosis yang dipelajari oleh bidang kedokteran. Gendam ada yang murni mistik dan ada pula yang penipuan. Gendam yang murni mistik, berdasar mantra yang diambil dari budaya setempat yang diyakini memiliki kekuatan gaib. Sehingga kadang-kadang sulit ditolak jika kekuatan mistiknya kuat.

Gendam yang bersifat penipuan, lebih memanfaatkan ketertegunan orang pada suatu kejadian atau lingkungan serta seseorang yang mengharapan sesuatu. Penangkalnya, jangan mudah percaya pada orang yang baru dikenal.

Namun yang jelas, hipnosis Barat dan gendam dapat dipelajari. Keduanya bisa berguna jika dilakukan dalam konteks saat dan tempat yang tepat. Sebab keduanya sama-sama ilmu yang memiliki sifat bebas nilai serta bisa dipakai siapa pun juga.

Kata dr Arya, hipnosis dapat digunakan sebagai terapi yang kuat, terutama untuk menghentikan merokok, gangguan makan, kecemasan, kosentrasi dan insomnia, depresi, kontrol nyeri, gangguan psikosomatik, gangguan konversi, trikotilomania, gugup, stres akut, amnesia dan kepribadian ganda, serta gangguan stres pascatrauma.

Trauma yang dimaksud, seperti akibat menyaksikan seseorang luka atau terbunuh, serangan fisik, perkosaan/sexsual abuse/child abuse, kekerasan dalam rumah tangga, ancaman dengan senjata, kebakaran, banjir, bencana alam (tsunami, gempa bumi, tanah longsor, dan kecelakaan lalulintas). (Priyonggo-35)

sumber http://www.suaramerdeka.com/harian/0501/31/ragam3.htm

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: