jump to navigation

Jalur Self Hypnosis ke Dua September 6, 2008

Posted by aguscen in Hypnosis, Hypnotherapy, Self Development.
Tags: , , , , , , , , , ,
trackback

Halo pembaca,

kali ini saya ingin membahas jalur untuk melakukan self hypnosis yang kedua secara lebih detil sedikit. Yang sebelumnya telah saya tuliskan secara singkat di artikel Self Hypnosis.

Jalur melakukan self hypnosis kedua ini sangat penting, jalur kedua ini adalah jalur self hypnosis lewat figur otoritas.

Sugesti atau perintah dari seorang figur otoritas sering kali langsung masuk ke pikiran bawah sadar seseorang (bahkan dari institusi atau bukan perseorangan seperti hukum kesehatan). Pernyataan seperti ini, bisa saja menekan “tombol” penurut dalam diri Anda atau bisa jadi muncul keinginan untuk memberontak.

Mungkin Anda mengingat beberapa pesan yang disampaikan oleh orangtua Anda atau mungkin guru Anda di sekolah. Kekuatan otoritas yang sempat mereka pegang atas diri kita mungkin masih bisa memberikan efek yang sangat besar dalam situasi tertentu. Misalnya, orang yang mengalami masalah kelebihan berat badan akan benar-benar mengosongkan piringnya karena program dari figur otoritas pada masa kecilnya. Bahkan sampai dewasa ini, banyak orangtua mengajarkan anaknya untuk makan segalanya, apakah mereka lapar atau tidak, sampai piringnya kosong. Program seperti inilah yang menghantui orang yang ingin menurunkan berat badannya, dan mempersulit proses penurunan berat badannya. Atau bahkan menghalanginya.

Figur otoritas umum atau idola juga bisa secara langsung mempengaruhi pikiran bawah sadar kita, yang kemudian menciptakan sebuah respon yang cepat untuk mematuhi atau memberontak. Contoh otoritas umum misalnya meliputi sifat KeTuhanan, atau personal (misalnya; atasan Anda, pemimpin negara, atau otoritas profesional atau dokter salah satunya), organisasi (pemerintah), yang bukan perseorangan (hukum kesehatan). Anda mungkin mengenal seorang yang dulunya perokok yang tiba-tiba saja berhenti total dari kebiasaannya karena ketakutan atas ancaman kesehatan akan dirinya.

Banyak remaja yang menjadi perokok karena justru ingin menentang beberapa otoritas dalam kehidupan mereka; dan banyak perokok yang merasa kesulitan untuk berhenti karena mereka justru jengkel karena diminta berhenti merokok oleh figur otoritas dalam hidup mereka sekarang, misalnya atasan mereka. Ini adalah sebuah contoh kalau “tombol” memberontak yang ditekan. Ada beberapa klien yang bertemu saya untuk berhenti merokok mengatakan bahwa justru keinginan merokok mereka meningkat setelah dokter mereka menyarankan mereka untuk berhenti merokok. Ironis sekali bukan?

Jadi bagi Anda yang memiliki figur otoritas, Anda punya peran penting dalam pembentukan keyakinan bahkan cara pendang hidup seseorang. Jadilah seorang figur yang bijak.

Jika Anda merasa telah terprogram oleh figur otoritas dengan program yang salah, maka saatnya Anda mengambil kendali atau tanggung jawab kehidupan Anda 100%. Tetapkan keputusan dalam diri Anda untuk tidak mengijinkan Anda untuk menerima ini lagi demi kebahagiaan dan kesuksesan hidup Anda.

 

Salam Sukses,

 

Agus Setiawan, C.Ht

Subconscious Coach

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: