jump to navigation

Bibit Unggul yang Diprogram Untuk Gagal November 25, 2008

Posted by aguscen in Self Development.
Tags: ,
trackback

Manusia memiliki potensi yang luar biasa. Tentu Anda semua pernah mendengarkan atau membaca kalimat ini sebelumnya. Manusia paling jenius saat ini saja, konon hanya menggunakan 10% dari potensi otak manusia.

Nah, pernahkah Anda berpikir bahwa, “mengapa saya belum menjadi “bibit unggul” seperti yang saya inginkan?”

“Khan potensi saya sebagai manusia begitu besar.”

Jawabannya, karena selama ini kita telah diprogram untuk gagal.

Maksudnya bagaimana?

“Masa ada manusia di dunia ini yang malah diprogram untuk gagal? Khan semuanya ingin meraih kesuksesan.” Pikir Anda.

Potensi pikiran manusia sebenarnya sangat besar, riset menunjukkan bahwa pikiran manusia hanya akan penuh jika dalam setiap detik, kita belajar satu hal baru selama 30 Juta tahun, iniah potensi yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Lalu bagaimana kita diprogram untuk gagal?

Begini, mulai dari kita masih kecil sampai saat ini, pikiran kita telah banyak diprogram oleh lingkungan, termasuk orangtua, sekolah, guru, teman-teman dan televisi. Sebagai contoh, saya ingin meminta Anda untuk melakukan sesuatu. Cukup mudah. Bahkan Anda mungkin tidak perlu berpikir terlalu jauh atau ribet-ribet. Tenang saja, karena ini tidak keluar saat ujian. J

Baik, kita akan segera mulai. Saya ingin setelah Anda membaca instruksi ini, Anda langsung melakukan apa yang saya minta. Dan waktunya sangat terbatas. Hanya 10 detik untuk melakukannya. Anda siap?

Anda akan berhenti membaca, melakukan apa yang saya minta, dan kemudian baru melanjutkan membaca. Setuju? Baik.

Sekarang, saya minta Anda untuk menggambarkan pemandangan. Waktu Anda sepuluh detik.

Ayo mulailah menggambar, kok masih baca?

Ok, Anda sudah selesai menggambar bukan?

Sekarang saya akan menebak apa yang Anda gambar. Hebat khan? Saya tidak melihat Anda menggambar tetapi saya dapat menebak apa yang Anda gambar.

Gambar yang Anda lukiskan ini ada dua buah gunung, jalan berkelok, sawah, burung-burung, matahari yang bersinar. Betul? Kalau Anda sempat mungkin Anda melukiskan rumah gubuk dan pohon kelapa di sekitarnya.

Mungkin ada dari Anda yang tidak melukiskan seperti apa yang saya katakan di atas. Tetapi mungkin saja terbesit dalam kepala Anda untuk menggambarkannya, tetapi Anda memutuskan untuk menggambarkan sesuatu yang lain. Atau ada diantara Anda yang masih bandel terus membaca tanpa menggambar. Minimal 9 dari 10 orang akan menggambarkan seperti yang saya katakan.

Mengapa ini terjadi?

Ini adalah pertanda “kesuksesan” sekolah dalam mendidik kita semua. Kita telah diprogram. Masih banyak lagi contohnya. Anda mengerti yang saya maksudkan? Bagus, mari kita lanjutkan.

Dalam konteks menjadi bibit unggul, dalam pikiran kita telah tertanam berbagai kepercayaan yang mengatakan kepada diri kita sendiri bahwa “saya tidak bisa meraihnya”, “itu terlalu sulit bagiku”, “kalau saya mah, ga mungkin kaleee”.

Atau Anda mungkin merasa bahwa Anda adalah orang yang takut untuk melakukan sesuatu yang baru. Ini juga adalah sebuah program yang “ditanamkan” secara tidak sengaja oleh orangtua kita.

Mengapa ada orang yang takut untuk melakukan sesuatu yang baru?

Jika kita melihat kembali masa kecil kita, anak kecil adalah makhluk yang sangat haus dengan pengetahuan, pikiran mereka diselimuti oleh rasa ingin tahu yang sangat besar. Apapun ingin mereka lakukan, apapun ingin mereka pegang, apapun ingin mereka makan.

Coba perhatikan jika seorang anak kecil yang bertemu dengan seekor makhluk bernama kecoa. Apa yang dilakukannya? Dia akan mengejar, menangkap dan mungkin meremas-remasnya. Lalu, apa yang dilakukan orangtuanya? Orangtua akan mengatakan, “Jangan!” dan seterusnya, dan seterusnya…

Ini tidak terjadi sekali dua kali bukan? Terjadi berkali-kali. Sehingga dalam pikiran si anak kecil ini, hal yang baru itu berbahaya. “Jangan mencoba melakukan hal baru, nanti ibu bisa marah.”

Pikiran anak kecil yang masih polos dan belum bisa mencerna pemikiran orang dewasa dengan sempurna ini akan memaknai kejadian ini seperti di atas.

Akibatnya, setelah anak ini tumbuh dewasa, dia akan ragu untuk mencoba hal yang baru.

Ini adalah beberapa contoh keyakinan yang menghambat Anda menjadi bibit unggul.

Dalam kegiatan saya sehari-hari, saya dikunjungi oleh klien-klien yang ingin membebaskan diri mereka dari hambatan-hambatan untuk mencapai kesuksesan. Membebaskan diri dari beban mental, trauma, ataupun phobia. Ini semuanya adalah program yang dimasukkan ke dalam pikiran kita, baik itu sengaja maupun tidak.

Jadi, bagaimana kita merubah program yang menghambat kita dan menjadikannya sesuatu yang bisa membawa kita menjadi bibit unggul?

Pertama Anda perlu tahu kondisi Anda sekarang. Apa keyakinan yang mendukung saya? Apa keyakinan yang tidak mendukung saya menjadi seorang “bibit unggul”?

Kedua, Anda memutuskan untuk melepaskan keyakinan-keyakinan yang menghambat Anda.

Ketiga, tanamkan keyakinan baru yang mendukung Anda untuk meraih kesuksesan Anda.

Misalnya, keyakinan hidup adalah perjuangan. Jika seseorang memegang keyakinan ini, maka dalam proses kehidupannya, ia akan terus berjuang. Saat hidupnya sudah menjadi baik, akan terjadi sesuatu dalam kehidupannya yang akan sangat logis untuk membuat ia berjuang lebih banyak lagi dalam kehidupan.

Renungkan dan temukan keyakinan apa yang tidak mendukung dan ubahlah dengan yang mendukung Anda menjadi bibit unggul.

Salam sukses untuk Anda, bibit unggul sejati.

Agus Setiawan, C.Ht

Komentar»

1. Juni Anton - Desember 1, 2008

Kalau keyakinan saya…

hm….

Hidup adalah kebahagiaan…
haahaa.. ^.^

nice article..

gud luck…

keep moving on bro…

by: Juni Anton

http://antonjunzzz.wordpress.com

2. fx sudirman - Juli 24, 2009

Benar sekali. Tuhan Maha Sempurna. Jadi kita sebagai ciptaanya pasti sempurna. Kita menjadi tidak sempurna karena kita program diri kita seperti itu.

3. yunus - November 20, 2009

SAya sangat setuju………,
very g00d


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: