jump to navigation

Mental Blok Manusia yang Paling Halus Desember 17, 2008

Posted by aguscen in hipnoterapis, Hypnosis, Self Development.
Tags: , , , , ,
trackback

Dalam sebuah diskusi yang sangat hangat dengan manajemen inti perusahaan saya, saya belajar banyak hal di sana. Sampai pada suatu tahap kami sampai membahas tentang mental blok seorang manusia.

Dengan berbagai latar belakang pelatihan, seminar, dan buku yang kami baca membuat diskusi itu menjadi sebuah gugahan yang meningkatkan kesadaran kami bertujuh dalam ruangan itu.

Diawali dengan pengakuan salah seorang tim yang membuat kami semua bertanya-tanya ke dalam diri kami, apakah mental blok yang halus, yang ternyata yang paling berbahaya ini ada dalam diri kami….

Nah, pembaca… apakah Anda siap untuk mengetahui apa yang telah menjadi mental blok yang paling halus dari seorang manusia? Jika Anda sudah mengetahui ini apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda bisa menerimanya atau malah menolak untuk mengakuinya?

Ternyata setelah saya renungkan, saya rasa setiap orang pasti memilikinya.

Mental blok ini memiliki dua sisi, ini adalah menurut pemahaman saya. Jika menurut pemahaman Anda pembaca bisa berbeda, bisa saja terjadi.

Manusia selalu ingin diterima, dimengerti.

Inilah suatu pemikiran yang jika tidak pada tempatnya dan tidak dalam “takaran” yang normal menjadikan penghambat bagi kita semua. Tentu semua orang ingin selalu diterima, dimengerti, ini adalah human nature, sifat alami manusia.

Bahkan jika seorang anak merasa dirinya tidak dimengerti dan tidak diterima, akan menjadikan anak ini bermasalah dan paling parah adalah Sudden Death.

Nah, maksudnya saya untuk perasaan ingin diterima dan dimengerti adalah seperti ini, saat kita sedang dalam kesusahan, dengan berbagai macam situasi yang terus menerus muncul dan tidak mendukung, kita rasanya ingin orang lain, bahkan, dunia ini untuk mengerti betapa terpuruk dan beratnya masalah yang kita alami.

Jadi muncullah kebiasaan untuk mengeluh dan menyalahkan keadaan, membenarkan diri kita untuk kelihatan murung dan bermasalah di depan orang lain. Ingin membuat lingkungan sekitar kita menjadi simpati bahkan kalau bisa empati, dan yang paling parah sampai IM3 dan XL pun kalau bisa dibuat mengerti hahahahaha

Untuk yang ini kita perlu meningkatkan kesadaran diri kita, bukan berarti Anda selama ini tidak sadar dan tertidur, bukan, sebuah kesadaran diri yang bisa mengetahui dan mengamati apa yang terjadi dengan pikiran Anda. Dengan kesadaran diri yang meningkat ini Anda bisa mengetahui apa yang terjadi, sehingga memiliki kuasa untuk mengganti, menghilangkannya dari pikiran Anda.

Tadi saya sempat mengatakan bahwa ada dua sisi, yang barusan Anda baca adalah satu sisi, satu sisi lagi bagaimana?

Nah, ini terjadi dari sisi yang sedikit lebih positif. Keinginan untuk dimengerti dan diterima atas upaya positif yang telah kita lakukan atau berikan. Apa yang terjadi jika kita tidak mendapat respon yang kita inginkan atas semua upaya yang telah susah payah kita lakukan? Tentu sangat kecewa, dan akhirnya akan membuat kita down. Tidak bersemangat.

Jika Anda memelihara perasaan ini, sangat penting untuk mengatasi ini, Anda tentu tidak ingin hidup dalam keadaan di mana Anda menyalahkan orang lain karena tidak menunjukkan dukungan apa pun pada Anda atau tidak menghargai upaya Anda, menurut Anda tentunya.

Jadi bagaimana membuat ini tidak menjadi masalah lagi?

Tepuklah bahu Anda sendiri, katakan: “Anda luar biasa, Saya sudah mengetahui apa yang telah Anda lakukan, sangat luar biasa!” Maka ego kita akan terpuaskan. Anda akan merasa lebih baik dan siap untuk berkarya di Dunia ini.

Semoga terinspirasi!

Salam Sukses,

Agus Setiawan, C,Ht

Subconscious Coach

Komentar»

1. Dian Kasih - Desember 17, 2008

Bener Buangeeeeet : – )
*-*

2. agus-kdi - Desember 22, 2008

benar juga pak agus,..
tapi jangan tepuk dada ya? atau mengelus dada?
ntar salah persepsi, malah mental bloknya tak terpuaskan..hehehe..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: